Peluang Usaha di Desa Yang Tak Kalah Menjanjikan

Peluang Usaha Di Desa Memiliki Prospek Bagus Juga

Peluang usaha di desa ternyata sangatlah banyak, jika kita mau bergerak dan memiliki semangat kuat untuk menjalankannya, selain itu hasil yang bisa didapatkan pun tidak kalah menjanjikan dengan aktifitas usaha di kota.

Berikut ini saya coba hadirkan beberapa peluang usaha di desa yang bisa dijalankan dan memiliki prospek bagus sebagai sumber penghasilan.
Baca Juga : Cerita Inspiratif Seorang Pengusaha

Beternak Domba

Peluang usaha yang satu ini saya dapatkan langsung informasinya dari pelaku usaha ini yang telah malang melintang dalam usaha beternak domba selama bertahun-tahun.

Sengaja saya berkunjung langsung ke kandang pemilik usaha ternak domba tersebut sambil menggali informasi yang akan sangat berharga bila dilaksanakan.

Menurut penuturan peternak domba, untuk memulai usaha ini cukup dengan memiliki sepasang domba yaitu jantan dan betina. Seiring waktu dari dua ekor pasangan domba tersebut bisa bertambah dan berkembang kedepannya.

Keterbatasan Modal

Tidak bisa dipungkiri bahwa untuk memulai suatu usaha akan selalu berhubungan dengan yang namanya modal terutama dalam hal kauangan, dalam hal ini berarti untuk membeli sepasang domba tersebut.

Nah, jika kita sedang dalam posisi modal terbatas untuk membeli dua ekor domba couple tersebut, kita tidak usah khawatir, sang petani telah memberikan solusi jitunya kepada saya, yaitu membeli domba muda atau anak domba.

Diawali Dengan Mengurus Anak Domba

Jika kita langsung membeli dua ekor domba dewasa sebagai modal awal, mungkin saja tidak mampu karena harganya lumayan, bisa mencapai Rp. 6.000.000.

Solusinya adalah dengan membeli dua ekor domba yang masih muda, yang mana kisaran harganya adalah sekira Rp. 1.400.000 untuk jantan dan betina.

Kesabaran dalam menunggu Hasil

Jika kita membeli langsung domba dewasa yang sudah siap melahirkan, maka peluang meraih hasil pun akan lebih cepat, jadi dengan mengambil solusi membeli anak domba.

Dibutuhkan kesabaran berkenaan dengan hasil, karena harus menunggu domba tersebut bertumbuh dewasa dan siap melahirkan.

Tidak memiliki keahlian dalam beternak

Untuk hal ini, janganlah menjadi hambatan untuk memanfaatkan peluang usaha di desa yang satu ini. Banyak sekali petani domba yang sudah berprofesi sebagai peternak domba yang siap menerima titipan domba kita kepada mereka.

Dalam proses ini, jika kita sudah siap bekerja sama dengan petani biasanya petani domba tersebut
yang akan memilihkan bibit domba tersebut.

Karena bagaimanapun juga mereka sudah sangat terampil termasuk dalam hal pemilihan bibit unggul.

Konsep bagi Hasil Yang Adil

Cukup dengan kita memiliki modal awal untuk membeli pasangan domba, tanpa memiliki keahlian pun kita sudah berpeluang meraup manisnya keuntungan dari usaha ini di kemudian hari.

Pola yang digunakan adalah bagi hasil dari domba milik kita yang diurus oleh petani jika suatu waktu telah melahirkan anak mereka. Kurang dari 1 tahun jika kita membeli anak domba, segera akan menjadi dewasa dan siap melahirkan.

Ketika domba milik kita melahirkan anak sebanyak dua ekor, maka 1 ekor domba untuk petani dan 1 ekor domba untuk kita. Adil Kan ?, jika butuh uang hasil domba bagian kita bisa langsung dijual atau dipelihara terlebih dahulu baru dijual setelah dewasa.

Petani Sudah Memiliki Link Penjualan Sebagai Pasar

Bukan hanya urusan pengurusan domba kita, petani pun memikirkan sampai urusan menjual domba milik kita, sehingga kita bisa payout atau withdraw dari hasil usaha ini dalam bentuk uang.

Dari Mana Biaya Pengurusan Domba Sampai Dewasa

Semua biaya pengurusan domba sepenuhnya dari petani, kita hanya mnegluarkan untuk membeli bibitnya saja pertama kali.

Jika sudah dewasa dalam setahun bisa melahirkan sebanyak dua kali, setiap melahirkan 4 ekor anak, berapa keuntungan kita lima tahun kedepan ? lumayan kan ?

Dan ternyata Bibit domba yang pertama kita beli adalah murni milik kita, petani hanya mendapatkan bagian dari bagi hasil peranakan domba saja.

Membuat Cemilan Hasil Perkebunan

Peluang Usaha di desa berikutnya adalah membuat cemilan dari hasil usaha pertanian atau perkebunan, kenapa harus cemilan ?, karena supaya terjadi konsep repeat order, tidak hanya sekali menjual.

Saya ambil contoh, hasil perkebunan di pedesaan adalah singkong, ketika kita menjual singkong hasil panen ke tengkulak ataupun langsung ke pasar, maka kita hanya menjual satu kali saja dan mungkin hasilnya pun tidak seberapa.

Berbeda halnya ketika kita menjual hasil olahan berbahan baku hasil perkebunan tersebut, selain berpeluang memiliki untung yang lebih besar, proses order berulang pun bisa diciptakan.

Proses Panjang Untuk Hasil Berkelanjutan

Memang prosesnya jadi lebih panjang, akan tetapi hasilnya pun akan berkelanjutan, bisa kita bedakan langsung hasilnya.

Pernah dengar keripik singkong Ma Icih ?, itulah bukti nyata memanfaatkan peluang usaha di desa dengan menagmbil mata rantai produksi yang agak panjang untuk hasil yang lebih besar.

Membuat hasil perkebunan menjadi suatu cemilan jelas sangat berbeda dengan menjual langsung hasil perkebunan, disana kita harus memikirkan proses pengolahan lanjutan, memikirkan biaya tenaga kerja tambahan, memikirkan kemasan dan tentunya tambahan modal.

Bahan Baku Murah + Inovasi = Untung Besar

Akan tetapi yang perlu diingat adalah harga bahan baku untuk makanan olahan dari hasil perkebunan sendiri jelas-jelas sangat murah dan jika sudah menjadi makanan olehan.

Harganya akan sangat bernilai lebih, bahkan mampu memangkas biaya variable produksi bahkan biaya mulai dari penanaman.

Analogi sederhana, jika kita menjual singkong langsung dengan harga 12.000 per Kg., berapa uang yang bisa Anda dapatkan jika mengolahnya terlebih dahulu menjadi  keripik singkong untuk dijual di toko ?, 100.000 pun bisa Anda dapatkan, coba Anda buktikan.

Potensi Untung Lebih Besar Dengan Mengolah Terlebih Dahulu

Ambil saja variable lain selama proses pembuatan keripik sebesar 40% dari peluang hasil yaitu Rp. 40.000, kita tambahkan lagi dengan 12.000, jadi sekitar 52.000. Masih ada sisa sekira  48.000 – jika Anda masih keberatan, ambil saja bersihnya 20.000 masih lebih besar kan ?

Membuka Pasar Lebih Luas

Itu jika saja pengolahannya secara sederhana untuk target pasar seputaran desa, bagaimana jika kita targetkan cemilan tersebut lebih special, untuk target pasar lebih luas dengan kemasan yang lebih memanjakan konsumen, peluang untungnya pun bisa lebih besar lagi.

Apalagi dengan adanya Badan Usaha Milik Desa, dengan inovasi pengolahan hasil perkebunan yang dikelola sedmikian rupa, tentunya akan semakin banyak sumber daya manusia di desa yang lebih terberdayakan.

Kira-kira mana yang menurut Anda lebih berpotensi untuk dijadikan suatu usaha nyata dari dua peluang usaha di desa ini ?, tentunya pilihlah yang disukai dan dikuasai.

Inspirasi dari Penjual Opak Cimpring

Tulisan ini terinspirasi dari seorang pemilik modal di Jakarta yang memberdayakan orang-orang di pedesaan tepatnya di daerah sukabumi untuk menanam singkong dan mengolahnya menjadi Opak cimpring, semacam cemilan berbahan singkong.

Kemudian dia pasarkan kembali di Jakarta setelah olahan tersebut siap dijual ke konsumen.
Ternyata usahanya mampu bertahan lebih dari sepuluh tahun dan semakin berkembang bahkan mampu mempekerjakan banyak pekerja di desa dengan upah yang lumayan.

Ternyata kuncinya adalah pada rendahnya harga bahan baku utama.
Semoga bermanfaat