Panti Anak Hebat Samiyah Amal Insani

Panti Asuhan Samiyah Amal Insani didirikan pasangan suami istri Herri Permana dan Siti Samiyah . Awalnya pasangan ini pindah dari rumah lamanya di daerah Ciumbuleuit Bandung ke rumah baru di Jl Binong Jati no 184 Bandung pada Desember 2018.

Tak lama setelah kepindahannya mereka baru menyadari bahwa di daerah tersebut banyak anak-anak yang putu sekolah ataupun sering tidak makan atau makan makanan yang tidak layak. Maka mereka pun menggagas program Jum’at Berkah. Program ini membagi-bagikan makanan berupa nasi bungkus kepada anak-anak sekitar juga kalangan jompo yang tidak mampu setiap hari jum’at.

Pintu rumah mereka pun mulai dibuka untuk menampung dan merawat anak-anak yatim dan dhuafa yang membutuhkan. Diawali dengan dua anak yatim kakak beradik , berkembang jadi 7 anak , lalu berkembang lagi menjadi puluhan anak.

Akhirnya mereka pun memutuskan dan memberanikan diri untuk membuat wadah resmi berbentuk Yayasan Sosial bernama Yayasan Samiyah Amal Insani pada anggal 28 September 2019. Diambil dari nama sang istri Siti Samiyah yang juga merupakan pengurus Alisa Khadijah – Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Barat , Yayasan Samiyah Amal Insani mulai mengembangkan dirinya.

Bukan saja Jum’at Berkah Yayasan juga mulai membuka dapur umum untuk anak-anak yang membutuhkan. Ini dilakukan agar anak-anak tersebut bisa mendapatkan makanan sehat yang di masak di dapur panti asuhan. Hal ini didasari karena banyak anak-anak sekitar panti asuhan yang kesulitan mengakses makanan sehat. Banyak dari orang tua mereka dalam kondisi tidak mampu dan tinggal di kamar kontrakan yang sempit sehingga tidak memungkinkan untuk memiliki kompor.

Akibatnya anak-anak ini hanya makan makanan berupa jajanan tidak sehat misal seblak atau gorengan bahkan ada yang hanya makan nasi dengan garam atau masako saja , atau hanya dengan kerupuk dan kecap. Beberapa anak bahkan tidak pernah sama sekali seumur hidupnya makan makanan sederhana seperti sayur bayam misalnya karena ini jenis makanan yang dimasak di dapur.

Beberapa anak tidak bisa sekolah karena orang tuanya tidak punya KTP ataupun Kartu Keluarga . Akibatnya anak tersebut tidak bisa sekolah karena tidak punya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang menjadi syarat untuk mendapat Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) . Ketua Yayasan Bpk Herri Permana yang juga mantan Sekretaris Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jawa Barat memamfaatkan hubungan pertemanannya untuk memperjuangkan agar anak-anak ini bisa mendapat NIK dan Akta Lahir. Tidak mudah dan banyak hambatan yang dihadapi.

Tapi satu demi satu kesulitan bisa dilalui sehingga anak-anak ini bisa sekolah .Beberapa orang juga memberikan bayi ke panti asuhan untuk dirawat karena mereka tidak punya suami untuk merawatnya sendiri. Sehingga sedikit demi sedikit Panti Asuhan makin banyak menampung dan merawat anak-anak sehingga rumah yang ditinggali terasa sempit.

Akhirnya pada bulan Desember 2021 Yayasan memberanikan diri mengontrak rumah yang lebih luas di Jl Babakan Jati I no 55 , Bandung yang hanya berjarak kurang lebih 300 m dari rumah sebelumnya. Sehingga anak-anak bisa mendapat space yang lebih luas dari sebelumnya. Tertarik untuk ikut membantu dan berdonasi ? Kunjungi website kami di https://samiyahamalinsani.or.id untuk mulai peduli. Tidak perlu kaya untuk berbuat baik , karena kebaikan itu datangnya dari hati.