Pengertian Penyakit Ain
Dalam kacamata agama Islam, terdapat penyakit berbahaya yang merugikan kita dan juga orang lain, yang bentuknya tidak kasat mata. Adalah penyakit ain, sebuah penyakit yang timbul akibat dari pandangan mata seseorang dengan perasaan iri atau dengki.
Syaikh Abdurrahman bin Hasan menyebutkan:

Artinya: “Seseorang yang memandang, menimbulkan gangguan pada yang dipandang.” (Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid, hal 69.)
Al Lajnah Ad Daimah juga menyebutkan berkenaan penyakit ain, di mana:

Artinya:
“Ain berasal dari kata ‘aana – ya’iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh tanggapan jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut memanfaatkan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut.”
Dalam islam, ini merupakan penyakit nonmedis yang biasanya terjadi pada anak-anak.
Maka dari itu, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk selalu senantiasa meminta perlindungan kepada Allah SWT dari penyakit yang bisa menimpa seorang anak di hari kelahirannya.
Penyebab Penyakit Ain

Dikutip dari laman, M. Saifudin Hakim dan Siti Aisyah Ismail di dalam Thibbun Nabawi menyatakan jika penyebab penyakit ini adalah pandangan mata yang dengki atau kagum/takjub kepada anak-anak.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan,
“Jiwa orang yang jadi penyebab penyakit ain dapat saja menimbulkan penyakit ain tanpa mesti dengan menyaksikan (secara langsung). Bahkan, kadang-kadang ada orang buta lalu dideskripsikan sesuatu kepada orang buta tersebut dan jiwanya dapat menimbulkan penyakit ain meskipun dia tidak melihatnya.”
Selain rasa iri dengki, penyebab penyakit ain juga karena pandangan kagum seseorang pada orang lain.
Dalam hadist dari Abu Umamah bin Sahl, beliau berkata:

“Suatu selagi ayahku, Sahl bin Hunaif, mandi di Al Kharrar. Ia membuka jubah yang ia pakai, dan ‘Amir bin Rabi’ah ketika itu melihatnya. Dan Sahl adalah seorang yang putih kulitnya dan juga indah. Maka ‘Amir bin Rabi’ah pun berkata: “Aku tidak dulu menyaksikan kulit indah seperti yang kulihat pada hari ini, lebih-lebih mengalahkan kulit wanita gadis.”. Maka Sahl pun sakit saat itu juga di tempat itu dan sakitnya jadi makin tambah parah. Hal ini pun dikabarkan kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam, “Sahl tengah sakit dan ia tidka dapat berangkat bersamamu, wahai Rasulullah.” Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Mengapa seseorang menyakiti saudaranya? Mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan? Sesungguhnya penyakit ‘ain itu benar adanya, maka berwudhulah untuknya!” Amir bin Rabi’ah lalu berwudhu untuk disiramkan air bekas wudhunya ke Sahl. Maka Sahl pun sembuh dan berangkat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Malik di dalam Al-Muwatha [2/938] dishahihkan Al Albani di dalam Silsilah Ash Shahihah [6/149]).
Ciri-Ciri Penyakit Ain
Syaikh Abdul Azi As-Sadhan hafidzahullahu Ta’ala, berikut adalah ciri-ciri dari penyakit ain, yaitu:
• Nafsu makan lemah
• Mati rasa
• Wajah pucat
• Sakit kepala yang berpindah-pindah
• Menyendiri atau puas mengasingkan diri
• Senang atau terlalu banyak tidur
• Panas atau dingin di anggota badan
• Ketakutan yang tidak wajar
• Sering menguap atau terengah-engah
• Memiliki persoalan kesehatan tertentu tanpa ada penyebab medis yang diketahui
• Sering bersendawa
• Perilaku atau emosi yang berlebihan
• Sering berkeringat dan buang air kecil
• Detak jantung jadi cepat dan tidak beraturan
• Ketakutan yang berlebihan
• Malas bergerak
• Sering merasa tidak puas atas segala pencapaian serta keberkahan yang dia dapatkan.
Cara Mengobati Penyakit Ain
Terdapat beberapa cara untuk mengobatinya, salah satunya adalah dengan membiasakan untuk membaca surat Al-Falaq, An-Naas, dan Al-Ikhlas setiap pagi dan sore hari.
Dari H.R. Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda,
“Ketika Anda memasuki malam dan ketika Anda bangun di pagi hari tiga kali dan itu dapat melindungi Anda dari segalanya.” (H.R. Tirmidzi 3575).
Selain itu, terdapat pula doa yang Rasulullah SAW ajarkan untuk kita bacakan supaya memperoleh pemberian dari Allah SWT:
“Saya mencari pemberian dalam kata-kata Allah yang sempurna dan kejahatan yang sudah Dia ciptakan.” (HR. Muslim: 4881)
Berdoa dan berserah diri pada Allah SWT tentu mesti kita barengi dengan usaha-usaha dan kebiasaan yang tidak islami. Adapun, usaha mengobati penyakit ini, adalah:
1. Mandi dari Air Bekas Mandi Orang yang Menyebabkan Ain
Dikutip dari laman Gramedia.com, hadist dari Ibnu Abbas R.A, Rasulullah SAW dulu bersabda,
“Ain itu benar adanya. Andaikan ada perkara yang dapat mendahului takdir, maka itulah ain. Maka jika kalian mandi, gunakanlah air mandinya itu.” (HR. Muslim No. 2188).
2. Mandi dari Air Bekas Wudhu Orang yang Menyebabkan Ain
Selain langkah pertama, ada cara lain yang juga Rasulullah SAW rekomendasikan. Adalah dengan mandi air bekas wudhu orang yang menyebkan Ain.
Cara ini pernah Rasul perintahkan kepada Amir bin Rabi’ah untuk berwudhu dan menyiramkan air wudhunya kepada Sahl yang terkena Ain, sebagaimana yang dijabarkan sebelumnya.
Aisya R.A juga dulu berkata:
“Dahulu orang yang menjadi penyebab ain diperintahkan untuk berwudhu, lalu orang yang terkena ain mandi sisa dari air wudhu tersebut.” (HR. Abu Daud no. 3885, dishahihkan Al Albani didalam Silsilah Ash Shahihah no. 2522).
3. Ruqyah Syar’iyyah
Asma binti Umais RA dulu bertanya pada Rasulullah:
“Wahai Rasulullah, Bani Ja’far terkena penyakit ain, bolehkah kita minta mereka diruqyah? Nabi menjawab: iya boleh. Andaikan tersedia yang dapat mendahului takdir, itulah ain.” (HR. Tirmidzi no.2059, Ibnu Majah no.3510, yang dishahihkan Al Albani didalam Shahih Ibnu Majah).
Adapun, doa yang mesti kita bacakan kala meruqyah seseorang, berasal dari hadist Aisyah RA, adalah:

Artinya: “Dengan nama Allah yang menyembuhkanmu. Ia menyembuhkanmu dari segala penyakit dan dari keburukan orang yang hasad dan keburukan orang yang menyebabkan ain.” (HR.Muslim no. 2185).
Selain doa di atas, yang meruqyah juga dapat membaca doa-doa ruqyah dari hadist-hadist shahih dan ayat-ayat Al-Qur’an lainnya.
Cara Mencegah Penyakit Ain
Agar terhindar dari penyakit ain, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, di antaranya:
1. Membaca Surat-surat Pendek dan Memanjatkan Pujian Kepada Allah SWT
Penyakit ain bisa kita cegah jika senantiasa memanjatkan pujian kepada Allah SWT, seperti Tabarakallah atau Masya Allah.
Selain itu, kita juga direkomendasikan untuk membaca surat pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An Nas sebanyak tiga kali sehabis subuh dan maghrib.
2. Hindari Sikap Suka Pamer
Cara untuk menghambat yang ke-2 adalah dengan menjauhkan sikap suka pamer dan berhias diri dengan sifat tawadhu.
Rasulullah SAW pernah bersabda,

Artinya:
“Sungguh Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zalim pada yang lain.” (HR. Muslim no. 2865).
Usahakan untuk tidak menyebut-nyebut kekayaan, kesuksesan, kebahagiaan keluarga, atau menceritakan perihal lain yang mampu mengundang iri dengki orang yang mendengar atau melihatnya.
3. Menjauhi Larangan, Melaksanakan Perintah
Cara ini merupakan langkah paling utama dalam perihal menghambat datangnya penyakit ain kepada kita. Menjauhi larangan, menjalankan perintah dan juga selamanya mendekatkan diri kepada Allah adalah langkah paling efektif.
Melakukan itu seraya membentengi diri dengan dzikir doa, dan ta’awudz yang disyariatkan, sebagaimana firman Allah SWT:
Artinya:
“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati jadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du: 28).
4. Ruqyah Syar’iyyah
Ada beberapa ruqyah sederhana yang bisa kita jalankan untuk mencegah terkena penyakit ain, yaitu dengan memanjatkan doa yang juga Malaikat Jibril panjatkan ketika meruqyah Rasulullah:

Artinya:
“Dengan nama Allah yang menyembuhkanmu. Ia menyembuhkanmu dari segala penyakit dan dari keburukan orang yang hasad dan keburukan orang yang menyebabkan ain.” (HR. Muslim no. 2185).
Doa Agar Terhindar Penyakit Ain
Rasulullah SAW pernah mencontohkan kepada umatnya untuk membaca doa kita senantiasa terhindar dari penyakti ain.
Doa ini pernah beliau bacakan kepada cucunya, Hasan dan Husain untuk menghindarkan mereka dari penyakit ini:

Artinya:
Dengan nama Allah, saya meruqyahmu dari segala suatu hal yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau setiap mata yang dengki, semoga Allah menyembuhkanmu, dengan nama Allah saya meruqyahmu.” (HR. Muslim).