Kampus Merdeka sebagai Solusi dan Alat Produksi

 

Kampus Merdeka sebagai Solusi dan Alat Produksi


Kampus merdeka merupakan suatu lanjutan dari program merdeka belajar yang telah menjadi suatu terobosan baru dalam sistem pendidikan di Indonesia. Konsep dasar dalam menjalankan program ini adalah kebebasan, terutama bagi para mahasiswa. Dimana selama 3 semester, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mendapatkan wawasan dan pengalaman dari luar program studi bahkan kampus.

Macam-macam program kampus merdeka


Beberapa program yang menarik dari kampus merdeka adalah: magang, studi independen, kegiatan wirausaha, pertukaran pelajar internasional, pembangunan desa atau kuliah kerja nyata tematik, dan asistensi mengajar di satuan Pendidikan. Semua penawaran yang diberikan oleh Kemendikbud, tidak terlepas dari kebutuhan pasar global.


Di era modern seperti sekarang, pekerjaan tidak lagi ditentukan oleh rumpun ilmu tertentu yang telah diajarkan dikampus. Dengan begitu, program kampus merdeka dianggap mampu menjadi solusi yang tepat bagi sebagian mahasiswa yang merasa salah dalam mengambil jurusan, alih-alih mencari jati diri.
Kampus merdeka itu sendiri sebenarnya memberikan kesempatan bagi mereka yang salah jurusan untuk memiliki pengalaman belajar sesuai minat dan kemauan mereka. Jadi, walaupun mahasiswa terjebak dalam lingkup yang tidak disukai, mereka tetap bisa mendapatkan kesempatan untuk berada di jalur yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

Keterlibatan mahasiswa dalam tujuan program kampus merdeka

Mahasiswa didorong untuk siap menghadapi tantangan baru di masa yang akan datang, tepatnya setelah lulus dari masa perkuliahan. Karena selain untuk menyelamatkan mereka yang salah jurusan, ternyata program kampus merdeka telah menciptakan tenaga kerja siap pakai.
Program kampus mengajar ini telah menghasilkan individu yang siap untuk menghadapi segala tantangan yang ada di dunia kerja. Hal ini dapat dilihat dari program yang ditawarkan oleh kampus merdeka. Dimana mahasiswa diberikan kebebasan untuk terjun langsung dan merasakan bagaimana dunia kerja yang sesungguhnya.


Mahasiswa seolah-olah diciptakan untuk memenuhi kebutuhan produksi pabrik. Ditakutkan ke depannya, mahasiswa hanya berorientasi pada pekerjaan yang bersifat teknis yang hanya mengedepankan material tanpa memperhatikan kondisi sosialnya. Karena pada dasarnya, tujuan dari pendidikan itu sendiri adalah memanusiakan manusia.

Sebagai generasi bangsa, kita dituntut untuk peka terhadap isu-isu pendidikan. Karena pendidikan adalah salah satu kunci kesuksesan sebuah bangsa. Sifat dasar pendidikan seharusnya memanusiakan manusia adalah benar. Setiap manusia dimata hukum memiliki hak dan kewajiban yang sama. Jadi, tujuan awal dari pendidikan itu sendiri akan mudah tercapai tanpa harus melupakan konteks sosial.