Pengertian Freelancer
Freelancer adalah pekerjaan yang banyak diminati oleh generasi sekarang. Salah satu alasannya adalah karena tidak terikat kontrak kerja, dan sanggup bekerja di mana saja serta kapan saja.
Dikutip dari halaman majoo.id, freelancer adalah tenaga kerja lepas yang bekerja independen karena tidak terikat kontrak kerja sama dengan sebuah perusahaan. Pekerjaan yang perusahaan berikan kepada freelancer adalah pekerjaan yang bisa mereka selesaikan dalam waktu singkat.
Adapun, besaran bayaran yang di terima juga bergantung pada kesepakatan kedua belah pihak diawal perjanjian. Umumnya, pekerjaan freelancer ini terkait dengan pekerjaan-pekerjaan layaknya desain grafis, website, pembuatan website, pengelolaan media sosial, copywriting, penyuntingan video, dan sebagainya.
Tapi pada praktiknya, nyaris seluruh bidang kerja juga mempunyai porsi untuk freelancer. Dikutip dari halaman yang sama, jumlah freelancer di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 33,34 juta orang per Agustus 2020. Bahkan dalam laporan statistik yang sama, para freelancer ini mengaku suka dengan pekerjaannya daripada kudu menjadi pekerja kantoran.
Selain itu, Sekolah Bisnis Brighton University, dalam risetnya juga menyebutkan bahwa kebahagiaan para freelancer lebih tinggi daripada karyawan tetap. Meski tidak semuanya, menjadi freelancer memberi tambahan kebebasan para pekerjanya untuk fokus pada beberapa pekerjaan. Hal ini tentu membuat mereka tidak gampang bosan, dan merasa bebas menjalani kesibukan sehari-harinya.
Perbedaan Freelancer dan Part Time
Beberapa orang bisa saja beranggapan pekerjaan freelancer msama dengan part time. Padahal sebenarnya, keduanya mempunyai perbedaan yang cukup jauh. Pada umumnya freelancer tidak terpaku pada proses proporsi waktu. Sementara part time, mengharuskan ada proses proporsi waktu yang jelas.
Perbedaan seterusnya adalah, besaran gaji part time dihitung berdasarkan jumlah waktu kerja di dalam satu hari. Sedangkan freelance, gajinya berdasarkan jumlah atau jenis project yang dia kerjakan.
Karena pendapatan freelancer bisa dikatakan tidak menentu, karena proporsi waktu kerja dan besaran gajinya tergantung project. Maka sebaiknya, freelancer mampu mengelola keuangannya secara tepat supaya cash flow tetap aman.
Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Freelancer
Selain tidak ada kontrak kerja dan punya jam kerja fleksibel, jadi freelancer juga memberi beberapa kelebihan lain, diantaranya:
- Potensi mendapatkan penghasilan lebih besar daripada karyawan tetap, meski tidak ada jaminan jika Anda bakal mendapatkan jumlah yang sama tiap bulannya.
- Menjadi freelancer artinya Anda bebas bekerja di mana saja, tidak ada keharusan untuk berkunjung ke kantor perusahaan pemberi kerja.
- Meski jumlah pekerja freelancer terus bertambah tiap tahunnya, prospektif pekerjaan ini selalu menjanjikan, karena perusahaan bakal terus perlu jasa atau tenaga freelancer untuk menghemat anggaran perusahaan.
Sementara itu, jadi freelancer pun punya kekurangan, antara lain:
- Jumlah penghasilan tidak tetap, pekerjaan untuk freelancer tidak melulu ada tiap bulannya. Maka tidak ada jaminan bahwa kita bakal mendapatkan penghasilan dengan jumlah yang sama tiap bulannya.
- Tidak ada sarana kerja sebagaimana yang karyawan selalu dapatkan. Misalnya asuransi, komputer atau laptop, dan fasilitas-fasilitas lainnya seperti tunjangan.
- Tidak ada rekan kerja, mengingat freelancer tidak punya perusahaan yang menaungi, maka kecil kemungkinan freelancer bekerja dengan orang lain.
- Tidak punya waktu bekerja yang pasti. Layaknya dua mata pisau, ini bisa jadi keuntungan, namun sekaligus jadi hal yang perlu kita waspadai. Karena jika tidak pintar mengatur waktu, freelancer akan susah membedakan kerja dan pribadi.
- Ada risiko tidak dapat bayaran. Misalnya ketika klien tidak bertanggung jawab atas kewajibannya, dan kabur sesudah freelancer menyerahkan hasil kerjanya.
Menimbang beberapa poin kekurangan di atas, sebaiknya freelancer bisa lebih jeli melihat kesempatan yang ada untuk menambah pemasukan demi mewujudkan tujuan keuangan.
Contoh Pekerjaan Freelancer
Seiring dengan berkembangnya zaman, pekerjaan freelance tidak cuma terbatas pada pekerjaan yang terkait dengan teknologi. Spektrumnya menjadi lebih luas. Berikut ini adalah beberapa contoh pekerjaan freelance diantaranya:
1. Desain
Pekerjaan freelance yang banyak kita temukan dan selalu klien butuhkan adalah pekerjaan desain. Pekerjaan desain ini pun terbagi-bagi atas beberapa jenis, layaknya desain website, desain karikatur, dan desain-desain lainnya.
2. Penulis
Bukan cuma untuk penulisan website, banyak pula klien yang perlu tenaga freelance untuk menjalankan beberapa jenis penulisan. Misalnya, penulisan konten media sosial, wartawan lepas, sampai penulisan copywriting.
3. Editor
Cakupan pekerjaan editor amat luas. Mulai dari editor video, tulisan, sampai foto. Maka dari itu, pekerjaan ini adalah salah satu yang tidak lekang oleh waktu. Jika Anda mempunyai keterampilan tersebut, tidak ada salahnya untuk fokus meningkatkan skill supaya lebih banyak klien yang datang.
4. Data Entry
Data entry adalah pekerjaan yang selalu dibutuhkan klien. Contoh dari pekerjaan ini adalah transkrip suara layaknya wawancara atau lainnya, merekam suara, input data, sampai mengetik dokumen. Satu hal yang kudu Anda ketahui, meski terlihat mudah, pekerjaan ini mengharuskan Anda untuk mempunyai skill kecermatan yang tinggi untuk menjauhi ada kesalahan data.
5. Penerjemah
Jika Anda menguasai satu atau lebih bahasa asing, tidak ada salahnya untuk mengomersialkan kemampuan tersebut. Apalagi jika Anda mempunyai dokumen yang dapat memperlihatkan kemampuan bahasa asingmu ini, layaknya sertifikat resmi.
Tips Mengatur Waktu untuk Freelancer
Meski waktu kerja tidak terikat, ini bukan menjadi sesuatu yang mutlak mengasyikkan. Ada kalanya kita harus berhadapan dengan momen di mana kita enggan mengerjakan sejumlah project yang menumpuk, seperti karena keterbatasan ide. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda jalankan untuk mengatur waktu kerja sebagai seorang freelancer:
1. Membuat To-Do List
Ketika menerima pekerjaan sangat banyak dalam satu waktu, kadang kita merasa kewalahan dan justru menjadi malas untuk mengerjakannya. Untuk menangani suasana ini, Anda dapat membuat to-do list berkenaan apa yang akan Anda lakukan pada hari itu untuk Anda jadikan sebagai kebiasaan. Usahakan, to-do list tersebut Anda buat berdasarkan skala prioritas.
2. Buat Karakteristik Pekerjaan
To-do list tersebut dapat Anda lengkapi dengan membuat karakteristik untuk pekerjaan yang akan Anda lakukan tiap harinya. Membuat karakteristik pekerjaan artinya Anda memisahkan pekerjaan tersebut berdasarkan beberapa kategori, misalnya:
- Lama waktu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan.
- Tenggat waktu tiap-tiap pekerjaan.
- Jenis pekerjaan, dan sebagainya.