Deretan Sumber Kekayaan Jusuf Hamka yang Mencapai Rp 15 Triliun

Jumlah Kekayaan Jusuf Hamka

Jusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun ini adalah salah satu pengusaha terkaya di Indonesia yang mempunyai bisnis jalan tol dalam kota. Dari bisnisnya tersebut, kekayaan Jusuf Hamka mencapai Rp 15 triliun. Pemilik mayoritas saham di PT Citra Marga Nusaphala Persada ini bahkan punyai aset senilai Rp 15 miliar. Aset ini berasal dari kepemilikannya dalam pembangunan jalur tol di berbagai daerah. Jusuf Hamka juga mempunyai koleksi sederet mobil mewah yang harganya fantastis, seperti SUV Premium Audi Q7 senilai Rp 2 miliar dan SUV Premium Audi E4 senilai Rp 1,25 miliar.

Selain itu, beliau juga memiliki Rolls Royce Phantom buatan perusahaan Inggris seharga Rp 7,5 miliar dan Hummer H3 keluaran Amerika seharga Rp 1,5 miliar. Masih ada lagi Range Roverdengan kapasitas mesin 5000 cc seharga Rp 3 miliar. Jusuf Hamka juga telah menaikkan porsi kepemilikan saham di PT CMNP sampai 6,09% dari semula sebesar 6,05%. Dari kepemilikan tersebut, Jusuf Hamka diperkirakan merogoh kocek senilai Rp 3,92 miliar untuk membeli 1,96 juta saham CMNP.

 

 

Sumber Kekayaan Jusuf Hamka

Sebagian besar kekayaan Jusuf Hamka berasal dari bisnisnya dalam bidang konstruksi terutama pembangunan jalan tol dalam kota. Melalui PT Citra Marga Nusaphala Persada, Jusuf Hamka bisa mengerjakan sejumlah proyek jalan tol dengan keseluruhan nilai hingga triliunan rupiah. Tak heran jika harta kekayaan Jusuf Hamka bisa mencapai Rp 15 triliun. Ia mengakui bahwa menggerakkan bisnis di dalam bidang konstruksi jalan tol bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena kita harus membuat persiapan biaya kira-kira Rp 700 miliar hanya untuk membangun satu kilometer jalan tol.

Karier Jusuf Hamka dalam bidang konstruksi sudah terbukti sukses dengan jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Mandara Permai. Ia juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. Sumber kekayaannya juga ia peroleh dari beberapa jabatan lainnya, seperti Komisaris PT Indosiar Visual Mandiri, Komisaris PT Citra Margatama Surabaya, dan Komisaris PT Mitra Kaltim Resources Indonesia.

 

Deretan Bisnis Jusuf Hamka

Jusuf Hamka menggerakkan bisnisnya dalam bidang jalan tol. Ia merupakan pemegang mayoritas saham PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP). PT CMNP merupakan salah satu kontraktor swasta yang banyak terlibat dalam pembangunan jalan tol di Indonesia. PT CMNP juga sedang mengerjakan proyek Harbour Road 2 di Jakarta senilai Rp 16 triliun, dan proyek NS LINK di Bandung senilai Rp 9 triliun. Dengan demikian, total nilai proyek yang Jusuf Hamka lakukan adalah Rp 25 triliun.

Bisnis Jusuf Hamka dalam bidang kepemilikan jalan tol ialah Ruas Tol Ir. Wiyoto Wiyono Cawang – Tanjung Priok dan Tol Pelabuhan. Kemudian, Ruas Tol Bogor Outer Ring Road, Jalan Tol Depok – Antasari, Tol Soreang – Pasirkoja, Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan, dan Jalan Tol Waru – Juanda.

 

Ruas Jalan Tol Milik Jusuf Hamka

Pengusaha keturunan Tionghoa ini setidaknya mempunyai 7 ruas jalan tol yang ia kelola melalui PT CMNP. Ruas jalur tol milik Jusuf Hamka, diantaranya:

1. Ruas Tol Ir. Wiyoto Wiyono Cawang – Tanjung Priok

Ruas Tol Ir. Wiyoto Wiyono merupakan ruas tol pertama yang memakai proses layang  dengan Teknik Sosrobahu di Indonesia. Panjang jalantol ini sekitar 15 kilometer, yang melintang dan melalui lokasi Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara.

 

2. Tol Pelabuhan

Tol Pelabuhan atau yang lebih dikenal sebagai Tol Ancol merupakan ruas tol sambungan dari Tol Ir. Wiyoto Wiyono. Memiliki panjang sekitar 13 kilometer yang melintasi Jakarta Utara. Ruas Tol Pelabuhan ini direncanakan dapat menyambung dengan Tol Pelabuhan II yang dibangun oleh Jusuf Hamka.

 

3. Jalan Tol Depok – Antasari

Jalan tol yang kerap disebut sebagai Jalan Tol Andara ini miliki panjang kurang lebih  21 kilometer. Tol ini juga salah satu milik Jusuf Hamka melalui entitas PT Citra Waspphutowa. Ruas Tol Depok – Antasari nantinya dapat terkoneksi langsung sampai Kabupaten Bogor maupun ruas JORR II yang tengah dalam step konstruksi.

 

4. Ruas Tol Bogor Outer Ring Road

Jusuf Hamka juga memiliki konsesi ruas Tol Bogor Outer Ring Road. Tol ini memiliki panjang kurang lebih 11 kilometer dan telah selesai dibangun pada tahun 2009 silam.

 

5. Tol Soreang – Pasirkoja

Tol Soreang – Pasirkoja merupakan tol terpanjang punya Jusuf Hamka. Panjangnya sekitar 10,55 kilometer yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung. Jusuf Hamka miliki konsesi jalur tol ini melalui PT Citra Marga Lintas Jabar yang merupakan anak perusahaan PT CMNP, sebesar 69,32%.

 

6. Jalan Tol Waru – Juanda

Jusuf Hamka juga memiliki ruas jalan tol di Jawa Timur. Jusuf Hamka memiliki konsesi Jalan Tol Waru – Juanda sebesar 96,83% yang merupakan akses utama dari Bandar Udara Juanda Surabaya. Tol ini mempunyai panjang sekitar 12 kilometer yang  menghubungkan Kawasan Industri Rungkut.

 

7. Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan

Melalui PT Citra Karya Jabar Tol, Jusuf Hamka menguasai konsesi lahan di ruas tol ini sebesar 51%. Tol yang mempunyai panjang nyaris 60 kilometer ini rencananya bakal beroperasi pada akhir Oktober 2022.

 

Profil Jusuf Hamka

Pria kelahiran kota Samarinda, Kalimantan Timur ini memiliki nama lengkap Mohammad Jusuf Hamka, merupakan seorang entrepreneur ternama di Indonesia. Jusuf Hamka lahir dengan nama Alun Joseph pada tanggal 5 Desember 1957. Pria yang akrab disapa Babah Alun ini menggunakan jaman kecilnya di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Saat kecil, ia berjualan berbagai jenis makanan mulai dari es mambo sampai kacang-kacangan di sekitar masjid Istiqlal. Pada 1981, disaat usianya menginjak 23 tahun, ia mengambil keputusan untuk menjadi mualaf di bawah bimbingan Buya Hamka. Alun Joseph pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengganti namanya menjadi Jusuf Hamka.

Ia melanjutkan pendidikan di beberapa perguruan tinggi, seperti FISIP Universitas Jayabaya pada 1980 dan Bisnis Administrasi Columbia College, Vancouver, Kanada pada 1977. Ia juga pernah menjadi mahasiswa kedokteran Universitas Trisakti pada tahun 1974, bahkan menjadi mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas 17 Agustus.

Namun, seluruh pendidikan itu tidak ia tuntaskan sampai mendapat gelar sebab ia tidak merasa senang dengan pendidikan formal. Ia juga sempat menjadi pengangguran sepanjang 14 tahun dari 1994 sampai 2008. Hingga selanjutnya ia menjadi direktur utama dan pemegang mayoritas saham di PT Citra Marga Nusaphala Persada.

Meski mempunyai harta kekayaan yang berlimpah, Jusuf Hamka dikenal sebagai sosok yang dermawan dan tidak mahal hati. Bahkan ia punyai cita-cita untuk membangun 1.000 masjid dengan arsitektur oriental di Indonesia. Jusuf Hamka juga mempunyai warung nasi kuning yang bernama Podjok Halal, yang dibuat khusus untuk fakir miskin dan dhuafa di wilayah Jakarta Utara. Selain itu, juga ada warung sembako murah di Jalan Yos Sudarso, khusus untuk penduduk terdampak corona.