Narasinews.id – PROBOLINGGO – Viral di media sosial video seorang turis kencing sembarangan di bibir Kawah Gunung Bromo. Cukup banyak masyarakat yang geram dengan tingkah turis tersebut. Hujatan juga banyak dilayangkan oleh netizen.
Sebagian dari netizen juga meminta si turis untuk meminta maaf. Karena perbuatan pria asal Jerman itu dinilai tidak sopan. Akun instagram yang mengunggah video tersebut adalah @hometown.earth.
Desakan warganet agar si bule minta maaf akhirnya membuahkan hasil. Peaku menyampaikan pernohonan maafnya melalui media sosial.

”Dear People of Indonesia, and especially Tengger Tribe, we need to apologise!,” tulisnya dalam slide pertamanya.
Lalu dalam slide kedua berisi kalimat “What happened was such astupid action and we obviously did not think about the cultural, historical and spiritual background the Mount Bromo has for the local people there. Peeing in the Mount Bromo is simply not tolerable and we 100% understand your anger. We are just two young people who really enjoyed our stay in Indonesia. U guys are such a beautiful country with such a high number of cultures and individual history which is so valuable. We really feel so so ashamed and sorry to insult your belief, culture and holy place in such a disgusting way. We did not want to insult you on purpose and what happened was 100% due to a lack of knowledge and uneducation on our side. We want to use this current media presence to educate people like us and spread awareness about cultural dis/uninformation,” tulisnya.
Dan dilanjut dengan slide terakhir permintaan maaf dari turis tersebut berisi “PLEASE FORGIVE US (dengan emoticon hati yang terbelah)”.
Kasi Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Syarif Hidayat, juga menyatakan kekecewaan yang mendalam atas kejadian yang dilakukan wisatawan tersebut. Menurutnya buang air di sembarang tempat saja sudah tidak sopan.
“Lah kok ini malah buang air di Kawasan sakral, ya tentu saja ini sangat melukai hati dan perasaan warga suku Tengger. Karena tempat yang mereka kencingi ini merupakan tempat sakral bagi suku tengger,” terangnya, Jumat (16/9/2022).
Dirinya juga menjelaskan jika seharusnya wisatawan itu menghormati dan menjaga keasrian tempat yang akan dikunjungi.
Hal senada juga diucapkan oleh Muhammad Anshori, salah satu anggota dari Forum Sahabat Gunung (FSG). Video viral turis mancanegara tersebut dinilai tidak bertanggung jawab dan merupakan tindakan ceroboh.
“Sudah sewajarnya mereka meminta maaf pada seluruh warga Suku Tengger. Mereka harus bertanggung jawab ya atas perbuatannya. Alangkah baiknya jika menjadi wisatawan yang bijak. Menghormati adat istiadat yang berlaku. Mungkin ini tidak hanya berlaku di Kawasan Bromo saja, di destinasi wisata lainnya juga pasti memiliki adat istiadat yang belaku. Seperti halnya di Bali ya,” tandasnya. (*)
*Reporter: Raphel | Editor: Izzul Muttaqin