Onani atau masturbasi adalah salah satu cara mendapatkan kepuasan seks tanpa berhubungan kelamin secara langsung dengan pasangan. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan merangsang alat kelamin sendiri.
Merangsang alat kelamin dapat dilakukan dengan bantuan alat bantu seks. Alat bantu seks tersebut dapat membantu pelaku onani dan masturbasi mencapai puncak hasrat seksual.
Bagi sebagian orang, melakukan onani atau masturbasi merupakan perbuatan yang memalukan. Walaupun begitu, banyak yang tidak sadar bahwa aktivitas tersebut dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.
Manfaat Onani bagi Kesehatan
Menurut SehatQ, manfaat onani bagi kesehatan sangatlah banyak. Tidak hanya sekedar mencapai kepuasan seksual saja. Manfaat onani lainnya yaitu:
- Meningkatkan hasrat seks
- Mempermudah mencapai kepuasan orgasme atau masturbasi
- Memperbaiki kualitas tidur
- Memperbaiki fungsi kekebalan tubuh
- Meningkatkan produksi hormon baik
- Menurunkan tingkat stres
- Menghindarkan dari perilaku seks bebas
Bahaya Onani
Dibalik manfaat onani terdapat sejumlah efek negatif dari aktivitas onani, berikut ulasannya.
1. Menyebabkan ejakulasi dini
Onani yang dilakukan terlalu sering dapat menyebabkan terjadinya ejakulasi dini. Bagi pria yang melakukan onani sebelum melakukan hubungan seks akan kesulitan mencapai klimas.
Permasalahan lain yang bisa muncul yaitu berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan dari orang lain. Pelaku onani cenderung menjadi lebih akrab dengan sentuhan dari diri sendiri.
2. Mempermudah penyebaran penyakit
Onani aman dilakukan selama dilakukan dengan memperhatikan kebersihannya. Alat bantu seks yang digunakan untuk membantu onani perlu dijaga kebersihannya. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan kebersihan tangan dan alat kelamin.
Penyebaran penyakit dapat ditimbulkan dari penggunaan alat bantu seks secara bergantian dengan orang lain. Alat bantu seks yang digunakan bersama orang lain rentan terhadap penyebaran penyakit. Oleh sebab itu, alangkah baiknya menggunakan alat bantu seks khusus untuk diri sendiri.
3. Menyebabkan iritasi kulit pada alat kelamin
Onani yang dilakukan terlalu keras dan kasar dapat menimbulkan iritasi pada kulit kelamin. Alat kelamin juga beresiko luka dan cedera dengan penggunaan alat bantu dengan keras.
Risiko paling berbahaya akibat onani yaitu terjadinya fraktur alat kelamin. Fraktur alat kelamin disebabkan adanya paksaan membengkokkan Mr. P pelaku saat ereksi. Kondisi tersebut akan menyebabkan alat kelamin mengalami pembengkakan.
4. Menimbulkan rasa bersalah
Bahaya lain dari onani yaitu memberikan efek negatif secara psikologis. Aktivitas onani berbenturan dengan nilai-nilai agama, moral, dan budaya. Sehingga, pelaku onani merasa malu dan bersalah setelah melakukan aktivitas tersebut.
Rasa senang dan perasaan menahan diri berdampak pada nilai harga diri dan tingkat kepercayaan diri seseorang. Perasaan bersalah yang timbul juga bisa memicu efek psikosomatis seperti sakit punggung, sakit migrain, dan sakit kronis lainnya.
5. Mempengaruhi keseimbangan otak
Onani yang dilakukan secara berlebihan dapat mempengaruhi keseimbangan otak berikut unsur-unsur kimia tubuh.
Gangguan tersebut ditimbulkan oleh produksi hormon seks. Kendati dampak yang ditimbulkan onani dari setiap orang berbeda-beda, terlalu sering melakukan onani dapat memicul timbulnya gangguan kesehatan.
Gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari aktivitas onani berlebih yaitu kelelahan, rambut rontoh, nyeri punggung, nyeri panggul, hingga testis sakit.
6. Menyebabkan masturbasi kompulsif
Bahaya yang terakhir dari aktivitas onani berlebih yaitu masturbasi kompulsif. Masturbasi kompulsif berpengaruh terhadap kehidupan karena telah menjadi suatu kebiasaan.
Sebagian pria yang melakukan onani lebih dari 5 kali sehari bisa saja merasa produktif, namun lain halnya dengan para pria lain yang justru merasa sebaliknya.
Apabila pria tidak mampu menyeimbangkan hasrat dengan kebutuhan pribadi, masturbasi kompulsi dapat membawa dampak negatif pada pekerjaan, hubungan dengan pasangan, keuangan, hingga hubungan sosial.