Pemkab Simulasi Normal Baru Di Objek Wisata Kalderarepublika Online

By | April 27, 2022

Kawah Ijen dibuka ad interim dalam 29 sampai 30 Juni 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membuka objek wisata Kawah Ijen selama 2 hari menjadi bagian dari simulasi pra-syarat era normal baru yg dilakukan sang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 wilayah itu.

“Kami bersama tim sudah turun meninjau langsung simulasi pembukaan wisata Kawah Ijen hingga ke puncaknya. Dari pantauan gugus tugas, terdapat beberapa hal yang perlu dilengkapi sang para petugas pada Kawah Ijen menjadi syarat wisata yang aman, bersih, & sehat,” ujar Asisten Perekonomian & Pembangunan Pemkab Banyuwangi Guntur Priambodo pada Banyuwangi, Senin (29/6).

Dalam warta tertulis Humas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, disebutkan bahwa daerah itu terus melakukan simulasi & penilaian buat melihat kesiapan sejumlah objek wisata pada menghadapi normal baru, keliru satunya Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

Kawah Ijen yg adalah wisata favorit di Banyuwangi itu mulai dibuka ad interim pada 29 sampai 30 Juni 2020 menggunakan melakukan simulasi pra-syarat normal baru. Objek wisata yg terkenal sampai mancanegara karena fenomena api birunya itu dibuka menggunakan memberlakukan pembatasan pengunjung dan saat buka hanya pada pukul 08.00 hingga pukul 13.00 WIB, dan pengunjung wajibmendaftarkan diri sebelum datang ke lokasi itu.

Guntur menyampaikan bahwa menurut simulasi itu ditemukan, pemilik warung pada pos pemberhentian terakhir kurang melengkapi tempat usahanya dengan perlengkapan standar, misalnya masih ada warung yang tidak menyediakan tempat cuci tangan, tempat duduk pengunjung yang terlalu berdekatan.

“Memang masih ada sedikit pemilik warung yg belum menerapkan protokol kesehatan dalam melayani konsumen. Warung ini krusial bagi kami, lantaran warung-warung ini sebagai tempat transit setiap wisatawan sebelum mendaki ke Kawah Ijen, sehingga akan banyak berinteraksi menggunakan wisatawan,” ucapnya.

Jadi, lanjut dia, pihaknya sudah mengedukasi tentang protokol normal baru pada sektor wisata, mulai bagaimana melayani, penataan kursi dan tempat cuci tangan, sampai penggunaan pelindung wajah buat keamanan bersama.

Menurut Guntur, tim pula menyarankan pengelola agar melengkapi sejumlah fasilitas supaya sinkron baku kesehatan, misalnya memperbanyak loka cuci tangan bagi wisatawan maupun memperbanyak petugas yang berjaga.

“Mengenai tiket, tadi jua kami bahas, bagaimana memudahkan pengunjung melakukan reservasi, lantaran kan kinikita melakukan kebijakan restriksi atau kuota pengunjung di setiap destinasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah V BanyuwangiPurwantono mengungkapkan bahwa aktivitas simulasi pra-syarat normal baru dilakukan selama dua hari, & dalam simulasi itu, pihaknya sudah melakukan sejumlah protokol buat membangun wisata yang bersih, aman, dan sehat.

“Dalam simulasi ini, kami telah mulai memberlakukan restriksi pengunjung. Kami batasi sebanyak 225 orang, mereka yang mendaftar melalui pelaksanaan Banyuwangi Tourism yg bisa diizinkan naik, dan perdeo selama masa simulasi,” katanya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan bahwa tim adonan terus berkiprah melakukan verifikasi untuk proses tunjangan profesi protokol kesehatan di sejumlah sektor pariwisata daerah, karena sertifikasi tadi menjadi syarat bagi sektor wisata buat bisa dibuka balik .

“Setelah masa simulasi, sekarang saatnya kami lakukan pembuktian. Bagi sektor wisata yg lolos penilaian akan menerima sertifikat lolos uji protokol kesehatan. Bagi yang belum lolos uji, nanti masih diberi kesempatan buat memperbaiki lagi. ‘Trial and error’itu terus disempurnakan,” tuturnya.

Menurut Anas, sertifikasi terhadap sektor wisata dilakukan wilayah buat memberi agunan keamanan, kesehatan, dan keselamatan bagi seluruh yang terlibat di sektor wisata, khususnya Kawah Ijen yang sebagai destinasi favorit pada Banyuwangi yg terkenal menggunakan kenyataan barah biru.

“Kawah Ijen ini sebagai perhatian utama kami, karena tempat itu adalah magnet wisata Banyuwangi. Kami ingin pada destinasi ini, protokol kesehatan sahih-sahih dijalankan, sehingga sesudah seluruh protokol dijalankan, kami akan memberi stempel indikasi lolos sertifikasi,” ujarnya.

BACA ijen tour package JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *