Teknis & Cara Kerja Mesin Absensi (fingerprint)

By | January 27, 2022

TEKNIS Dan CARA KERJA MESIN ABSENSI (FINGERPRINT)

Manusia dalam dasarnya memiliki sesuatu yg unik/khas yg hanya dimiliki oleh dirinya sendiri. Hal ini mengakibatkan gagasan buat membuahkan keunikan tersebut menjadi bukti diri diri. Hal ini perlu didukung oleh teknologi. Teknologi yang dapat mendukung hal tersebut diklaim menjadi biometrik.

Biometrik adalah metode buat mengindentifikasi atau mengenali seseorang dari karakteristik fisik atau perilakunya. biometrik memang kinimulai jadi isu terkini. Pilihannya kian majemuk, mulai dari sidik jari, pola paras, pola suara sampai lapisan iris dari mata. Dan dalam makalah ini akan dibahas system biometric buat absensi sidik jari

A.Pengertian dan proses kerja pada absensi sidik jari

Absen sidik jari merupakan suatu metode baru yang saat ini sudah berkembang memakai mesin dengan donasi software buat mengisi data kehadiran suatu komunitas,kelompok meupun instansi yg menggunakannya. Mesin absensi sidik jari didesain khusus menggunakan teknologi terdepan waktu ini. Mesin ini biasanya memilki kapasitas memori yg besar& dilengkapi menggunakan fitur canggih, misalnya : USB Flash, Disk, Web Server, Schedule Bell, SMS Message, Workcode, Function Key,dll

Scanning sidik jari dilakukan dengan alat elektronika (dalam hal ini mesin absensi sidik jari). Hasil scanning lalu disimpan pada format digital pada saat registrasi atau enrollment atau pendaftaransidik jari. Setelah itu, rekaman sidik jari tadi diproses dan dibuatkan daftar pola fitur sidik jari yg unik. Pola fitur sidik jari yang unik tersebut kemudian disimpan pada memory atau database. Pola sidik jari yang unik ini disebut dengan kata minutiae. Pada ketika identifikasi, pola minutiae tadi lalu dicocokkan menggunakan output scan sidik jari.

Alat absensi sidik jari maupun sensor sidik jari yang digunakan buat keperluan lain seperti akses kontrol mempunyai beberapa tehnik pembacaan sidik jari. Tehnik pembacaan sidik jari sang mesin absensi sidik jari tersebut diantaranya :

Dengan tehnik ini, pola sidik jari direkam atau discan dengan menggunakan cahaya. Alat perekam (fingerprint scanner) yg digunakan merupakan berupa kamera digital. Tempat buat meletakkan ujung jari dianggap permukaan sentuh (scan area). Di bawah scan area, masih ada lampu atau pemancar cahaya yg menerangi permukaan ujung jari. Hasil pantulan cahaya berdasarkan ujung jari ditangkap oleh alat penerima yang selanjutnya menyimpan gambar sidik jari tersebut ke pada memori.

Kelemahan metode ini merupakan hasil scanning sangat tergantung dari kualitas sidik jari. Jika kualitas sidik jari miskin (poor) atau luka, maka kualitas output pembacaan akan tidak cantik. Kelemahan lain merupakan tehnik ini bisa diakali menggunakan jari palsu. Tapi tehnik ini memiliki laba mudah dilakukan & tidak membutuhkan porto yang mahal.

Tehnik ini hamper sama dengan tehnik yang digunakan pada dunia kedokteran. Dalam tehnik ini, dipakai suara berfrekuensi sangat tinggi buat menembus lapisan epidermal kulit. Suara frekuensi tinggi tersebut dibentuk menggunakan memakai transducer piezoelectric. Setelah itu, pantulan energi tadi ditangkap memakai alat yang homogen. Pola pantulan ini digunakan buat menyusun citra sidik jari yang dibaca. Dengan cara ini, tangan yang kotor tidak sebagai perkara. Demikian jua menggunakan permukaan scanner yg kotor tidak akan merusak proses pembacaan.

Tehnik ini memakai cara pengukuran kapasitant buat menciptakan citra sidik jari. Scan area berfungsi menjadi lempeng kapasitor, & kulit ujung jari berfungsi sebagai lempeng kapasitor lainnya. Lantaran adanya ridge (gundukan) dan valley (lembah) dalam sidik jari, maka kapasitas dari kapasitor masing-masing orang akan berbeda. Kelemahan ini adalah adanya listrik statis dalam tangan. Untuk menghilangkan listrik tidak aktif ini, tangan wajibdigrounding.

Tehnik ini memakai disparitas suhu antara ridge (gundukan) dengan valley (lembah) sidik jari buat mengetahui pola sidik jari. Cara yang dilakukan adalah menggunakan menggosokkan ujung jari (swap) ke scan area. Jika ujung jari hanya diletakkan saja, dalam saat singkat, suhunya akan sama lantaran adanya proses keseimbangan.

Setelah proses registrasi atau registrasi sidik jari dalam mesin absensi sidik jari,atau mesin sidik jari yang difungsikan untuk fungsi lain, maka citra atau pola sidik jari akan disimpan. Dalam proses penyimpanan citra atau pola sidik jari , terdapat beberapa teknik penyimpanan diantaranya,

1.      Data sidik jari disimpan di dalam perangkat alat absensi sidik jari.

Cara ini disebut sabagai pendapat desentralisasi. Biasanya terjadi pada mesin sidik jari tipe standalone, yakni mesin sidik jari yg dalam pengoperasiannya sanggup berjalan tanpa wajibterhubung menggunakan personal komputer . Data akan tersimpan dalam memori yg ada dalam mesin.

Keuntungan metode ini adalah adanya kecepatan pada proses pencocokan serta mesin absensi sidik jari sanggup diletakan pada tempat yg jauh menurut computer. Kelemahannya dalah kapasitas yang terbatas sesuai dengan besarmemori yg disediakan sang mesin.

Saat ini telah tersedia mesin absensi sidik jari yg mampu menampung hingga 5000 sidik jari atau lebih.

2.      Data sidik jari disimpan pada database di computer.

Cara ini dianggap sebagai cara sentrilisasi. Biasanya dipakai pada indera sidik jari tipe online atau yang harus terhubung dengan computer. Data sidik jari yang harus diregistrasi akan pribadi disimpan dalam database yg terdapat dalam harddisk computer.

Keuntungan cara ini merupakan kapasitas penyimpanan yg sangat akbar, sesuai dengan kapasitas harddisk komputer. Kelemahannya merupakan proses identifikasi yang relatif lambat dan harus adanya computer pada pengoperasiannya.

tiga.      Data sidik jari disimpan dalam kartu pemilik.

Cara ini juga disebut sebagai desentralisasi. Data sidik jari akan disimpan dalam kartu oleh pemilik. Pertama kali sidik jari harus diregistrasikan ke mesin, lalu data sidik jari tadi akan ditulis sang mesin sidik jari ke kartu eksklusif, misalnya mifare card. Proses verifikasi dilakukan memakai kartu yg telah ada data sidik jari tersebut.

Dalam syarat banyaknya sidik jari yg tersimpan, mka prose pembuktian akan memakan saat yang lama. Untuk mengurangi ketika pencarian,maka tersedia beberapa cara mengurangi waktu verifikasi tersebut. Antara lain:

1.      Menggunakan metode one to one

Metode ini mengharuskan si pemilik atau karyawan mengetikan no.id terlebih dahulu baru lalu meletakan sidik jarinya pada alat absen sidik jari. Dengan cara ini, mesin absensi sidik jari akan hanya mengecek gambaran sidik jari milik no.idtersebut

2.      Mengelompokannya ke dalam kelompok.

Pengguna atau karyawan yg terdaftar dalam alat atau mesin sidik jari dikelompokan menurut grup-kelompok menggunakan cara ini mesin absensi sidik jari hanya akan mencari sidik jari yang ada dalm grup karyawan yg bersangkutan.

tiga.      Sidik jari dikelompokan ke pada tipe sidik jari.

Dalam hal ini mesin absensi sidik jari akan mengelompokan sidik jari ke dalam gerombolanmenurut tipenya, yaitu whorl, right loop, arch, tented arch dll. Selain itu jua berdasarkan banyaknya ridge yang timbul pada empat arah berdasarkan nol derajat, 45 derajat, 90 derajat dan 135 derajat.

Cara kerja akses kontrol pintu yg menggunakan Sidik Jari bekerja berdasarkan prinsip kerja mesin identifikasi sidik jari. Sama seperti mesin absensi sidik jari, pada mesin akses kontrol sidik jari, pengguna wajibmeregistrasikan dulu jarinya. Sampel jari akan disimpan pada dalam alat sidik jari. Setelah sidik jari pengguna didaftarkan, lakukan pengaturan-pengaturan yang terkait dengan akses kontrol (access control system), sepeti gerombolan , timezone (pengaturan ketika akses), kombinasi akses, antipassback dan lain-lain.

Pada saat pengguna melakukan pembuktian pada alat sidik jari, maka mesin sidik jari tadi akan mengusut apakah sidik jari yg baru saja discan cocok menggunakan galat satu sidik jari yang tersimpan pada pada alat  sidik jari tersebut. Jika terdapat kecocokan, maka indera tadi akan mengirimkan sinyal kepada alat akses kontrol untuk membuka atau menutup relay-nya (tergantung jenis relay-nya Normal Open atau Normal Close). Akibat menurut terbuka & tertutupnya relay tadi, kunci (door lock)  akan terbuka dan pengguna mampu melakukan akses. Beberapa tipe mesin akses kontrol pintu telah mengintegrasikan sensor sidik jari ke handle pintu. Cara pemakaiannya yaitu Pengguna wajibmelakukan verifikasi dalam sensor sidik jari, lalu memutar handle pintunya buat membuka pintu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *