Kali Cirarab Tangerang Pekayon warga Risau Sosok Buaya

By | May 10, 2022

Tangerang – Tiga ekor buaya berkeliaran di Kali Cirara Tangerang Pekayon, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. Hal tersebut membuat masyarakat sekitaran risau.

 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Abdul Munir menjelaskan faksinya kini sedang lakukan penelusuran. Ia menyebutkan penelusuran buaya ini bermula dari laporan Sekretaris Dusun Pekayon. Buaya itu disebutkan kerap memakan ayam dan kambing punya masyarakat sekitaran.

 

“Team BPBD Kabupaten Tangerang menerjunkan 18 personel ditolong team dari BKSDA Tegal Angus Jakarta empat personil mencari Kali Cirarab dengan 2 biji perahu karet, sesudah mencari tepian kali sekitaran 3 jam buaya yang dicari belum terlihat ke atas,” kata Munir dalam penjelasannya, Jumat (11/2/2022).

 

Munir menjelaskan penelusuran hari awal ini belum berbuah hasil karena perlengkapan penangkapan buaya yang tidak memberikan dukungan.

 

Munir ungkap faksinya sempat menyaksikan satu ekor buaya di kali cirarab Tangerang memiliki ukuran sekitaran tiga mtr.. Tetapi, belum diamankan, buaya itu telah lenyap.

 

“Mereka (BKSDA Tegal Angus) menduga cuma penyelamatan buaya yang telah diamankan. Seseorang team BPBD menyaksikan satu ekor buaya memiliki ukuran 2-3 m ada di atas kemudian lenyap di air,” sambungnya.

 

Munir akui sekarang ini faksinya telah memasangkan pertanda peringatan binatang buas supaya warga tidak melakukan aktivitas di Kali Cirarab. Ia akan menilai proses penangkapan ini hari untuk diteruskan esok hari.

 

“Untuk keamanan kita beri pertanda peringatan ini. Kami dan team dusun seterusnya lakukan rapat penilaian di Kantor Dusun Pekayon untuk cari jalan keluar penangkapan buaya seperti pasang perangkap jala di kandang buaya dan tenaga pakar atau pawang buaya,” terang Munir.

Demikian seputar adanya buaya di kali cirarab Tangerang agar tetap waspada apalagi saat di musih cuaca hujan.

Masyarakat di tempat, Endang, menjelaskan buaya itu sudah beberapa waktu ada di Sungai Cirarab dekat permukiman masyarakat. Ia menyangka hewan predator tiba saat banjir menerpa teritori itu.

 

“Perasaan saya sisa kebanjiran, lari dari tempat asal, lalu kemungkinan terpasah di sini. Kerap nampakin diri, lebih kurang tiga ekor,” ucapnya, Sabtu (12/2/2022).

 

Endang mengatakan, awalannya ke-3 buaya itu cuma seukur kaki orang dewasa. Tetapi, ke-3 nya semakin bertambah besar dengan makan hewan ternak masyarakat.

 

“Ini telah banyak makan hewan masyarakat seperti bebek dan kambing. Telah berapa bulan di sini jadi semakin besar. Karena itu masyarakat risau meminta buayanya selekasnya diamanin, mumpung masih takut sama manusia,” ucapnya.