Ini Dia Logam Tanah Jarang, Harta Karun RI yang Jadi Rebutan

By | April 15, 2022

Harta karun yang berlimpah diburu di global ternyata tersimpan di bumi Indonesia. Tersebut adalah logam tanah sporadis alias rare earth. Sumber kekuatan ini diklaim punya nilai ekonomi yang besar dan global tengah berlomba-lomba mencarinya.
Logam tanah sporadis merupakan mineral ikutan yang bersifat magnetik dan konduktif yang digunakan jadi komponen primer didalam pertolongan kekuatan pada beberapa besar perangkat elektronik atau gadget, yakni ponsel, tablet, speaker, dan sebagainya.

Pas ini pemanfaatan logam tanah sporadis juga mulai berlimpah ditemukan di beraneka sektor, mulai berasal dari untuk bidang kesegaran, otomotif, penerbangan, lebih-lebih sampai industri pertahanan.

Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan Indonesia sebenarnya terlambat mengeksplorasi logam tanah sporadis. Maka berasal dari tersebut, pas ini belum segudang kabar tentu yang sanggup didapatkan soal potensi yang tersedia.

Dia mengatakan sejauh ini tersedia kira-kira delapan lokasi yang terpetakan mempunyai persentase rare earth di Indonesia. Tersebut pun masih baru didalam termin eksplorasi awal.

“Di dalam tahapan eksplorasi kami terbatas, berasal dari potensi yang tersedia keterdapatannya tersedia di 9 lokasi, dan udah terpetakan baru di 8 lokasi,” ungkap Ridwan.

“Berasal dari 8 lokasi ini baru dilaksanakan eksplorasi awal secara generik kita benar-benar terbatas informasinya,” katanya.

Dia bilang paling segudang logam tanah sporadis berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tepatnya di pertambangan timah. Tersedia puluhan lebih-lebih ratusan ribu ton potensi logam tanah sporadis di provinsi itu.

“Paling berlimpah memang tersedia di provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya di Bangka Selatan,” ujar Ridwan.

Di dalam knowledge yang dipaparkan Ridwan, di Bangka Belitung tersedia potensi logam tanah sporadis sebesar 186.663 ton logam tanah sporadis di dalam bentuk monasit dan 20.734 logam tanah sporadis di dalam bentuk senotim.

Tersedia juga logam tanah sporadis didalam bentuk laterit di Sulawesi Sedang sebesar 443 ton dan Kalimantan Barat sebesar 219 ton. Tersedia juga potensi di Sumatera Utara sebesar 19.917 ton.

Logam tanah sporadis alias rare earth jadi keliru satu komoditas yang dicap harta karun di Indonesia. Sumber kekuatan yang satu ini pun mulai tak terhitung diincar segudang negara.
Lalu seberapa berharga rare earth hingga dicap sebagai harta karun?

Menurut Direktur Primer PT Timah Achmad Ardianto secara ekonomi sebenarnya harga rare earth tak amat mahal. Dia juga menduga teknologi untuk mengekstraksi rare earth pun tak butuh biaya besar. Cuman saja menurutnya, selagi ini rare earth tengah segudang dibutuhkan dan dicari berlimpah orang.

“Sebenarnya harganya sih nggak hebat-hebat terlalu, cuma memang ini akan selalu dibutuhkan. Dugaan saya teknologinya juga nggak mahal kelihatannya gitu. Gara-gara produknya juga nggak mahal,” ungkap Achmad di dalam kedap kerja bersama Komisi VII Dpr, Senin (11/4/2022).

Achmad membuktikan product rare earth paling mahal barangkali sebatas berkisar di antara Us$ 6.000 per ton. Bila dirupiahkan jumlahnya sekedar kira-kira Rp 86,1 juta didalam kurs Rp 14.350.

Sumber: detikFinance