Cara Budidaya Bunga Lavender Di Dalam Pot

By | March 21, 2022

Mom pasti pernah melihat bunga lavender berwarna ungu yang cantik kan? Biasanya bunga ini disebut bunga pengusir nyamuk. Bahkan, beberapa produk pengusir serangga juga berbahan dasar bunga lavender.

Kekuatan pengusir nyamuk berasal dari aroma bunga lavender. Baunya mengandung linalool dan linalool yang tidak disukai nyamuk. Tapi, bagi manusia, aroma bunga lavender ternyata punya efek menenangkan, ya!

Bunga lavender adalah bunga yang cukup fleksibel. Itu bisa ditanam di luar atau di dalam rumah dalam pot.

 

1. Pilih Biji Lavender

Banyak orang mengira bunga lavender hanya berwarna ungu, padahal bunga ini memiliki warna lain lho, seperti biru, putih dan kuning. Ada 25 jenis bunga lavender!

Nah, sebelum Anda memilih benih, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu warna yang Anda inginkan dan kesesuaiannya dengan lingkungan tempat Anda tinggal.

Jika sudah yakin dengan jenis yang diinginkan, belilah di toko untuk mendapatkan benih berkualitas baik. Jangan lupa petik bijinya dulu ya, Moms! Pilih benih yang bebas serangga dan kadaluarsa.

 

2. Siapkan Media Tanam

Setiap tanaman membutuhkan media tanam yang berbeda. Media tanam lavender sendiri terdiri dari campuran 1:1:1 tanah, kompos atau sekam padi dan pasir.

Untuk wadahnya, siapkan pot atau kantong plastik yang bagian bawahnya dilubangi, dan styrofoam setebal 5 cm. Jangan lupa sesuaikan diameter styrofoam dengan diameter pot atau kantong plastik moms ya!

 

3. Menabur Benih Bunga Lavender

Menabur adalah proses menumbuhkan benih menjadi kuncup. Proses ini sangat penting saat menanam bunga lavender lho, ma. Banyak orang gagal menanam lavender karena gagal pada tahap ini.

Nah, agar kecambah ibu tetap tumbuh dengan baik, ikuti langkah-langkah berikut ini:

Letakkan styrofoam di dasar pot atau kantong plastik. Styrofoam akan menyerap kelembapan berlebih. Alasannya, bunga lavender tidak menyukai tanah yang terlalu basah;

Masukkan media tanam yang disiapkan oleh ibu;

Gali lubang di tengahnya dan tambahkan biji lavender. Setelah itu, tutup dan padatkan kembali tanahnya;

Kami merekomendasikan menanam hanya satu benih per pot, sehingga kemungkinan keberhasilan akan lebih tinggi. Jika Anda sudah melakukan langkah-langkah di atas, sirami benih bunga lavender Anda dan letakkan di tempat yang terkena sinar matahari.

 

4. Pindahkan biji bunga lavender

Umumnya, kuncup bunga lavender akan tumbuh hingga ketinggian 15 cm setelah satu bulan. Nah, inilah saat yang tepat untuk memindahkannya ke media tanam yang lebih luas.

Namun, satu jam sebelum pindah, sirami dan biarkan kuncup lavender duduk terlebih dahulu, rami. Setelah itu, perlahan buka pot atau kantong plastik tanpa merusak tanah.

Sekarang, di media tanam baru, Anda perlu memberi jarak 30-45 cm di antara pucuk agar pertumbuhannya tidak saling mengganggu.

 

5. Perawatan Bunga Lavender

Seperti disebutkan di atas, bunga lavender tidak menyukai tanah yang basah. Oleh karena itu, ibu tidak perlu sering-sering menyiram tanaman. Tanah yang terlalu basah hanya akan membusukkan batang lavender.

Untuk tumbuh dengan baik, tempatkan bunga lavender di bawah sinar matahari penuh, aplikasikan pupuk organik, dan singkirkan gulma yang mengganggu.

Cabang lavender juga perlu dipangkas setahun sekali agar tetap rapi dan merangsang pertumbuhan tunas baru.

 

Beginilah cara menanam bunga lavender. Mudah untuk dicoba bukan, Moms? Ayo tanam bunga ini agar rumah mommy bebas dari nyamuk. Bunda juga dapat manfaat dari bunga lavender lainnya lho!

Bacaan Lainya kunjungi www.marylandlawnandgarden.com